Berbagi Info Terbaik

Cepatinfo.com

Tempat Wisata Di Dieng Yang Wajib Dikunjungi Favorit Wisatawan Indonesia

 Dataran tinggi Dieng terkenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit. Berikut adalah 22 tempat wisata di Dieng yang paling direkomendasikan untuk Anda kunjungi.

Bagi Anda yang menyukai udara sejuk dan pegunungan, dataran tinggi Dieng menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.

Terletak di antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Dieng menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya yang mempesona.

Ada banyak wisata alam yang bisa Anda kunjungi di kawasan ini, mulai dari air terjun, candi, kawah, danau, hingga pegunungan yang menawarkan panorama alam yang menyegarkan.

Tempat Wisata Di Dieng Yang Wajib Dikunjungi Favorit Wisatawan Indonesia

1. Agrowisata Perkebunan Teh Tambi

Bagi Toppers yang ingin merasakan keaslian perkebunan teh di Dieng, Toppers bisa mengunjungi Agrowisata Perkebunan Teh Tambi. Lokasinya tepat berada di lereng Gunung Sindoro sehingga pengunjung bisa melihat panorama pegunungan dan kebun teh yang indah.

Di Agrowisata Perkebunan Teh Tambi, ada berbagai aktivitas yang bisa dilakukan Toppers, seperti memilih teh yang enak, memetik teh sendiri dengan keranjang di punggung, dan menyaksikan proses pembuatan teh secara detail.

2. Pemandian Air Panas Bira Bitingan

Karena suhu dingin di sekitar dataran tinggi Dieng, Toppers mungkin ingin mencoba mandi air panas untuk bersantai. Pemandian Air Panas Bira Bitingan bisa menjadi salah satu pilihan saat berkunjung ke Dieng.

Pemandian air panas ini terletak di dusun wisata Bitingan, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Air panas di pemandian ini berasal dari mata air panas alami di kaki Gunung Sipandu yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

3. Gardu Pandang Tieng

Saat berkunjung ke Dieng, belum lengkap rasanya jika belum mengunjungi Gardu Induk Tieng. Gardu ini merupakan tempat yang tepat untuk menikmati keindahan Desa Tieng yang berada di ketinggian 1.800 Mdpl.

Anda akan disuguhkan pemandangan alam kebun sayur yang menyejukan mata. Namun, Anda harus membawa jaket ke tempat ini karena udaranya cukup dingin, bahkan terkadang tertutup kabut.

4. Kawah Candradimuka

Kawah Candradimuka terbentuk dari munculnya solfatara dari retakan tanah di Dataran Tinggi Dieng. Terdapat dua lubang retakan yang masih aktif mengeluarkan solfatara secara terus menerus dan juga sebentar-sebentar.

Pemandangan alamnya juga cukup indah dikelilingi bebatuan dan pepohonan rindang. Untuk memasuki kawasan kawah ini, kamu cukup membeli tiket seharga Rp5.000 saja, Toppers.

5. Bukit Sikunir

Bagi Toppers yang berlibur ke Dieng untuk berburu panorama sunrise yang indah, Bukit Sikunir bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Dieng yang tepat untuk Anda.

Objek wisata Dieng yang terletak di Desa Sembungan yang merupakan salah satu desa tertinggi di Pulau Jawa ini memang terkenal sebagai destinasi para pecinta fotografi untuk mengabadikan momen indah matahari terbit.

Namun, untuk bisa mendapatkan pemandangan yang begitu indah, Toppers harus mendaki bukit sebelum subuh dan harus menghadapi angin yang berhembus dingin.

Tentunya perjuangan ini akan sebanding setelah Toppers bisa melihat secara langsung sunrise legendaris di Bukit Sikunir.

6. Sumur Warna

Terletak di Kejajar, Wonosobo, Telaga Warna merupakan salah satu destinasi wisata di Dieng yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit saya.

Keunikan tempat wisata di dataran tinggi Dieng ini adalah warna air dari danau yang warnanya bisa berubah-ubah karena kandungan belerang di dalamnya.

Dikelilingi oleh alam yang asri, menambah keindahan panorama tempat wisata di Dieng yang satu ini.

7. Gunung Prau

Jika Toppers suka mendaki atau memiliki jiwa petualang, Dieng memiliki salah satu destinasi pendakian yang paling populer, yaitu Gunung Prau.

Memiliki puncak di ketinggian 2.565 mdpl, destinasi wisata di Dieng ini tidak hanya menawarkan udara segar khas pegunungan, tetapi juga keindahan panorama alam dari ketinggian.

Toppers juga bisa menikmati keindahan sunset yang romantis di puncak Gunung Prau, bermalam dan mendapatkan pemandangan sunrise yang tak kalah fantastis di objek wisata Dieng ini.

8. Kawah Sikidang

Tidak terlalu jauh dari tempat wisata Bukit Sikunir, Toppers bisa mencoba mengunjungi Kawah Sikidang, destinasi wisata di Dieng yang menawarkan eksotisme kawah belerang.

Jangan lupa memakai masker saat berkunjung ke salah satu tempat wisata Dieng ini untuk menghindari menghirup gas beracun yang dihasilkan oleh belerang di daerah ini.

9. Candi Arjuna

Tak hanya keindahan alam, Dieng juga menawarkan destinasi wisata sejarah yang tak kalah menarik. Terletak di Dieng Kulon, Banjarnegara, Toppers bisa mengunjungi Candi Arjuna, peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang pernah dibangun untuk memuja Dewa Siwa.

Ada lima candi di kompleks Candi Arjuna yang dikelilingi oleh halaman rumput dan taman yang rimbun.

10. Candi Gatot Kaca

Selain Candi Arjuna, ada juga Candi Gatot Kaya yang diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Ratu Sima. Tempat wisata di Dieng ini sendiri merupakan bagian dari cagar budaya pemerintah provinsi Jawa Tengah.

Bersebelahan dengan Candi Gatot Kaca, Toppers juga bisa menemukan beberapa candi kuno lainnya yang tak kalah memukau.

Share:

Tempat Wisata Di Bali Yang Wajib Dikunjungi Favorit Wisatawan Indonesia

 Tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi tersebar hampir di seluruh pelosok pulau Bali. Wisatawan yang berlibur ke Bali akan dapat melihat keindahan pantai pasir putih, pura Hindu yang menawan, dan pemandangan gunung berapi. Di halaman ini, Anda akan menemukan kumpulan tempat wisata Bali terbaik yang menjadi favorit wisatawan Indonesia saat liburan ke Bali. Banyak sekali tempat wisata menarik di pulau bali, membuat waktu liburan 1 minggu anda di bali tidak akan cukup untuk mengunjungi semua tempat wisata di bali yang ada di halaman ini.

Apalagi di halaman ini, Anda akan menemukan daftar tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi dan menjadi favorit para wisatawan khususnya wisatawan Indonesia. Informasi objek liburan favorit pada halaman ini, berdasarkan data destinasi liburan dari pelanggan paket wisata di Bali yang kami miliki. Demikian informasi panduan liburan ke Bali di halaman ini, bukan asumsi atau copy paste dari halaman lain.

Bagi anda yang pernah atau sering berlibur ke tempat wisata di Bali. Tentu Anda akan tahu pasti, tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi. Lalu bagaimana dengan yang belum pernah liburan ke Bali? Pasti tidak akan tahu tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi.

Daftar Tempat Wisata Favorit Di Bali Yang Wajib Dikunjungi

Semua daftar tempat wisata di bali dibawah ini kami rangkum, guna memberikan informasi tempat wisata di bali yang wajib dikunjungi, sesuai dengan selera masyarakat indonesia. Selain itu, kami menulis berdasarkan informasi dari pelanggan paket wisata Bali kami sebelumnya yang merupakan warga negara Indonesia, tentang tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi menurut pelanggan kami.

1. Pantai Melasti Ungasan

Banyak wisatawan yang mengatakan, Pantai Melasti Ungasan adalah salah satu pantai terbaik di Uluwatu, dan sepertinya pernyataan ini ada benarnya.

Objek wisata pantai Melasti Ungasan memiliki pantai pasir putih dengan tekstur pasir yang agak kasar. Kemudian perairan pantainya sangat jernih dan pada siang hari Anda bisa melihat gradasi warna hijau dan biru di permukaan airnya. Ombak laut pantai Melasti tidak terlalu besar, dan masih aman untuk anda berenang.

Garis pantai Melasti Ungasan menghadap ke selatan dengan pemandangan Samudera Hindia. Jadi pantai Melasti sangat tidak cocok untuk lokasi terbaik melihat sunset di Bali. Selain itu, lokasi pantai Melasti Ungasan dekat dengan pantai Green Bowl dan Pantai Pandawa Kutuh Bali.

Kebersihan Pantai Melasti sangat terjaga dan area pantai tertata dengan sangat baik. Saya merasa pantai Melasti adalah salah satu pantai terbersih di kawasan Ungasan Bali. Selain itu, lokasi pantai Melasti Ungasan sangat unik, karena berada di balik tebing kapur yang tinggi dengan ukuran yang sangat besar.

Dulu, pantai Melasti Ungasan merupakan salah satu objek wisata pantai tersembunyi di Bali. Hal ini dikarenakan akses masuk yang kurang memadai dari area puncak tebing hingga ke tepi pantai.

Namun saat ini sudah terdapat jalan yang sangat memadai sehingga pengunjung Pantai Melasti Ungasan akan sangat mudah untuk mengakses pantai tersebut dengan menggunakan kendaraan masing-masing.

Saya jamin ketika anda liburan ke Bali, kemudian anda mengunjungi pantai Melasti Bali, pasti akan membuat anda terpukau dengan indahnya panorama pantai Melasti Ungasan.

2. Ubud

Tempat wisata Ubud sangat terkenal bahkan di manca negara. Karena ubud merupakan objek wisata, pusat wisata budaya dan seni di pulau dewata.

Ada banyak hal yang bisa anda lakukan di tempat wisata Ubud, seperti arung jeram, bersepeda, menonton kesenian Bali yang juga bisa anda dapatkan di Ubud, seperti:

  1. Menyaksikan tarian indah Ubud.
  2. liburan ke objek wisata ke hutan monyet Ubud.
  3. Beli oleh-oleh khas Bali di pasar seni Ubud dan masih banyak lagi.

Menemukan hotel tempat Anda menginap di Ubud, juga sangat mudah. Mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang

3. Kuta

Mendengar nama tempat wisata Kuta Bali, tentunya anda pasti tahu tentang tempat wisata di Bali yang satu ini. Salah satu tempat wisata Bali yang paling terkenal dan populer di kalangan wisatawan Indonesia, yang sangat jarang dilewatkan oleh wisatawan, ketika berlibur ke pulau dewata.

Pantai Kuta Bali, menawarkan pantai pasir putih yang masih alami, terbentang sepanjang 7 kilometer. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di tempat wisata di Bali. Seperti, bermain di pantai pasir putih, menyaksikan matahari terbenam di sore hari. Jika Anda menyukai seni pertunjukan, Anda bisa berkunjung ke Kuta Theater.

Bagi anda yang sedang berlibur bersama anak-anak, tentunya mengunjungi Waterbom Bali akan membuat anak-anak sangat senang.

4. Nusa Dua

Objek wisata Nusa Dua Bali merupakan objek wisata yang terletak di ujung tenggara pulau dewata, dan merupakan kawasan hotel bintang lima yang sering digunakan sebagai tempat konferensi internasional.

Objek wisata Nusa Dua Bali, memiliki pantai pasir putih yang tidak kalah dengan pantai Kuta. Salah satu pantai yang paling terkenal di Nusa Dua adalah pantai Mengiat Nusa Dua. Selain itu, kegiatan wisata yang dapat dilakukan di kawasan wisata Nusa Dua adalah dengan menonton pertunjukan seni Devdan Show Bali.

6. Pantai Karang Sanur Bali

Awal mula perkembangan pariwisata di Bali selatan dimulai dari objek wisata Sanur. Sanur merupakan tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi, karena sangat populer di kalangan wisatawan Indonesia yang menginginkan tempat wisata yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai.

Sanur Bali juga menawarkan pantai pasir putih, tetapi Anda tidak akan bisa melihat matahari terbenam di Sanur. Kecuali matahari terbit yang bisa Anda lihat di sini.

Air laut yang tenang dan pemandangan bawah laut yang masih alami, membuat pantai Sanur menjadi favorit wisatawan Indonesia untuk melakukan aktivitas yang disebut Sanur seawalker.

7. Tempat Wisata Tanjung Benoa Bali

Tempat Wisata Tanjung Benoa Bali

Apalagi Tanjung Benoa merupakan salah satu kawasan wisata favorit wisatawan domestik. Pasalnya, objek wisata Tanjung Benoa merupakan pusat wisata bahari di Bali atau lebih dikenal dengan nama watersport Tanjung Benoa dan memiliki pasir putih dengan air laut yang tenang.

Selain itu, di kawasan wisata Tanjung Benoa Bali juga banyak terdapat hotel murah dan hotel mewah. Tempat makan di Tanjung Benoa juga sangat mudah ditemukan, mulai dari tempat makan murah hingga restoran standar internasional.

8. Pantai Legian Bali

Selanjutnya tempat wisata Legian, lokasinya sangat dekat dengan tempat wisata pantai Kuta. Kawasan wisata Legian Bali, menawarkan hal yang hampir sama dengan objek wisata Kuta, hanya saja pantai Legian lebih sepi dibandingkan dengan pantai Kuta Bali.

Share:

6Tempat Wisata di Yogyakarta yang Lagi Hits dan Kekinian, Pastinya Seru Abis!

 Jangan mengaku petualang sejati jika setiap berkunjung ke Yogyakarta hanya mampir ke Malioboro atau Pantai Parangtritis. Padahal, Yogyakarta sudah memiliki puluhan tempat wisata baru yang lebih hits, kekinian, dan Instagramable untuk dikunjungi.

Biar gak copot alias kurang update, IDN Times sudah merangkum tempat wisata di Yogyakarta untuk referensi liburan kamu selanjutnya, dari ujung utara hingga selatan. Dijamin gak mau pulang, deh!

1. Taman Pelangi

Masih di utara Yogyakarta, Anda bisa menikmati suasana malam dengan ratusan lampion di sini. Taman Pelangi masih satu kawasan dengan Museum Monumen Jogja Kembali di Jalan Ring Road Utara, Sariharjo, Kabupaten Sleman.

Anda dapat mengunjunginya di malam hari. Jadi nggak cuma ke Alun-alun Kidul atau Malioboro yang udah banyak pengunjungnya, deh

2. Wisata Kalibiru

Lokasinya berada di bagian barat Yogyakarta. Bagi Anda yang tidak alergi ketinggian, tempat ini menjadi destinasi yang sangat mengasyikkan.

Anda bisa berfoto di atas ketinggian panggung dan pohon dengan latar belakang jurang. Tenang saja, kamu akan diberikan perlengkapan keselamatan saat naik ke atas panggung yang tinggi, oke. Jadi tetaplah nyaman dan aman saat mengambil foto yang menyenangkan.

3. Hutan Mangrove Barat Progo

Cocok untuk Anda yang mencari cita rasa baru Yogyakarta. Menjelang senja, suasananya akan sangat imut untuk diabadikan dengan kamera Anda.

4. Air Terjun Kedung Pedut

Suasananya pasti nyaman, karena penduduknya yang ramah membuat suasana di wisata air terjun ini jadi super nyaman. Di sekitar objek wisata banyak warga yang menjual hasil panennya, seperti durian manis dari perkebunan setempat.

Meski berada di desa, namun fasilitas di sini sudah lengkap, seperti tempat ibadah, toilet umum, hingga gazebo untuk beristirahat. Kamu juga bisa bermain air sepuasnya, tapi tetap hati-hati! Jika penasaran, Anda bisa langsung menuju desa Jatimulyo, Kulon Progo.

5. Ekowisata Taman Sungai Mudal

Unik, mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan tempat wisata yang menjual suasana tenang aliran sungai ini. Bagaimana tidak, meski lokasinya jauh dari hiruk pikuk kota, fasilitasnya cukup lengkap, bahkan ada fasilitas WiFi juga.

Jadi jangan takut untuk langsung mengupload Instastory. Lokasinya di Desa Girimulyo, Kulon Progo.

6. Waduk Nglanggeran Gunung Kidul

Dari barat kami bergeser ke timur Yogyakarta, tepatnya di kawasan Gunung Kidul. Embung Nglanggeran merupakan danau buatan yang dulunya digunakan sebagai irigasi bagi masyarakat sekitar.

Namun potensi wisatanya yang besar, menjadikan telaga dengan pemandangan yang sangat menawan ini menjadi tempat liburan favorit di Gunung Kidul. Anda bisa datang ke sini kapan saja, karena buka 24 jam. Lokasinya di Nglanggeran, Patuk, Yogyakarta.

Share:

Gus Baha dan Dahsyatnya Ayat Kursi yang Tidak Banyak Orang Tahu

 Ayat kursi merupakan ayat ke 255 surat Al-Baqarah, termasuk golongan surat Madaniyah. Ayat kursi ini sangat populer di kalangan masyarakat umum karena mengandung sesuatu yang sangat agung. Kanal youtube Santri Gayeng dalam salah satu kontennya mengunggah Penjelasan Gus Baha tentang Kuasa Ayat Kursi.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip riwayat dari Imam Ahmad tentang keagungan ayat ini yang juga menunjukkan tentang keagungan ayat kursi. Di sana diriwayatkan bahwa Ubai bin Ka'ab pernah ditanya oleh Nabi SAW, "Apa ayat terbesar dalam kitab Allah?" “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu,” kata Ubay bin Ka'ab. Maka Nabi mengulangi pertanyaan itu, hingga Ubay bin Ka'ab menjawab "ayat kursi" lalu Nabi berkomentar, "Kamu akan bosan dengan ilmu, wahai Abu Mundzir. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ayat kursi memiliki satu lidah dan dua bibir yang selalu mensucikan al-Malik (Allah) di sisi tiang 'Arsy'.

Tafsir Ayat Kursi:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ  لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

Ayat yang juga disebut dengan Sayyidat Ay Al-Qur’an ini terdiri dari 10 kalimat dahsyat, semuanya berbicara tentang sifat Allah. Ini juga yang membuat dahsyatnya ayat kursi.

Gus Baha’ dalam pengajiannya tersebut mengulas sepuluh kalimat ini. Pertama, اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُو (Allah, tidak ada Tuhan kecuali Dia), hanya Allah Tuhan Tunggal bagi makhlukNya. Hal ini meniadakan siapapun selain Allah yang mengaku atau diaku sebagai Tuhan semesta alam.

Kedua, اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ (Yang Maha hidup, Yang Berdiri Sendiri). Dua sifat ini yang membedakan Allah dengan tuhan lainnya. Jika tuhan yang lain itu bisa mati, maka tidak dengan Allah, Ia Maham Hidup dan Kekal. Bayangkan jika sampai Allah mati, ini yang ditakutkan seorang mukmin. Dua sifat ini menjadi penegasan sekaligus penenang bagi orang mukmin bahwa Tuhan selalu Hidup dan tidak bergantung ke dzat lainnya, percuma hidup jika masih bergantung pada lainnya, Ia berdiri sendiri.

Gus Baha’ dalam pengajiannya tersebut mengulas sepuluh kalimat ini. Pertama, اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُو (Allah, tidak ada Tuhan kecuali Dia), hanya Allah Tuhan Tunggal bagi makhlukNya. Hal ini meniadakan siapapun selain Allah yang mengaku atau diaku sebagai Tuhan semesta alam.

Kedua, اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ (Yang Maha hidup, Yang Berdiri Sendiri). Dua sifat ini yang membedakan Allah dengan tuhan lainnya. Jika tuhan yang lain itu bisa mati, maka tidak dengan Allah, Ia Maham Hidup dan Kekal. Bayangkan jika sampai Allah mati, ini yang ditakutkan seorang mukmin. Dua sifat ini menjadi penegasan sekaligus penenang bagi orang mukmin bahwa Tuhan selalu Hidup dan tidak bergantung ke dzat lainnya, percuma hidup jika masih bergantung pada lainnya, Ia berdiri sendiri.

Ketiga, لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ (tidak mengantuk dan tidak tidur). Ini menunjukkan kepedulian Tuhan kepada hambaNya, akhirnya manusia itu nyaman mempunyai Tuhan yang spesial selalu menjaga dan mempedulikan manusia karena tidak mengantuk apalagi tidur.

Keempat,  لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ(Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) Ini sangat keren, luar biasa karena alam raya milik Dzat yang tidak membutuhkan apapun, Ia yang menciptakan, memiliki, namun tidak ikut menggunakan, bahkan butuh pun tidak, seumpama milik manusia tentu sudah menjadi bisnis semuanya. Allah membuat semuanya untuk digunakan oleh makhlukNya, padahal sebagai manusia kita tidak membantu (membuatnya) apalagi memiliki.

Kelima, مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ (Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya) ketika Allah itu adalah segalanya maka ini merupakan bagian dari keagungan, keesaan dan keperkasaan Allah, sebab otoritas yang ada di langit maupun di bumi itu hanyalah Allah yang memiliki, tidak ada yang dapat memberikan syafa’at kepada orang lain kecuali atas izinNya.

Keenam, يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ (Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka) dan Allah mengetahui apa yang ada disekitar kita untuk membantu dan memperhatikan kita. Sebagai manusia kita senang bermain di bawah pengawasan Allah dan nyaman diperhatikan oleh Allah.

Ketujuh, وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ (dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki), tidak ada yang diketahui oleh makhluk-Nya kecuali atas kehendaknya. Segala apapun yang berada pada diri kita itu adalah pemberian Allah, termasuk juga ilmu sebab status kita makhluk dan statusnya Allah adalah khaliq. Manusia sebagai penerima dan Allah sebagai pemberi.

Kedelapan, وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ (Kursi-Nya meliputi langit dan bumi) kursinya Allah itu menduduki langit dan bumi. Kesembilan,وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ  (Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya), Allah tidak pernah lelah mengurus besarnya alam semesta ini hal ini berbeda dengan ciptaan-Nya yang sedikit saja, sudah merasakan lelah. Kesepuluh,وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ dan Allah Maha Tinggi dan Maha Besar.

Bacaan sebelum tidur hingga doa agar merasa aman

Dalam pengajiannya tersebut, kiai yang bernama lengkap KH. Bahaudin Nursalim ini juga mengisahkan bahwa setiap sebelum tidur beliau harus membaca ayat kursi, jika tidak maka beliau akan kesulitan untuk tidur dan tidak merasa tenang. Seperti ini ia contoh dari rutinitas Rasul ketika sebelum tidur.

Selain itu, ketika perjalanan kemudian saat beristirahat, makan sejenak di warung makan yang di situ ada tulisan ayat kursinya, maka Gus Baha’ juga akan merasa aman karena insha Allah dengan barakah ayat kursi tersebut pemilik warung terjaga dari perbuatan yang dilarang oleh Allah, seperti mengolah makanan yang haram untuk dikonsumsi oleh umat Islam dan semacamnya.

Keistimewaan lain dari ayat kursi yang juga disinggung adalah kandungannya, mulai dari awal hingga akhir ayat semuanya menerangkan tentang Dzat Allah, sementara hal ini tidak ditemukan dalam ayat-ayat yang lain yang menerangkan hak kita sebagai manusia. Oleh sebab itu, Nabi selalu membaca ayat ini dimana-mana. Inilah dahsyatnya ayat kursi

Sebagian kiai di Indonesia mencoba menyontohnya dengan membuat metode menghafal ayat kursi, salah satunya dengan diselipkan ke dalam bacaan tahlil yang kemudian membacanya bersama-sama. Tujuannya tidak lain untuk memasyarakatkan dan membiasakan ayat kursi untuk dibaca, namun sayangnya terdapat kelompok yang membid’ahkan bacaan tahlil, bahkan mengkafirkan pembacanya. Meskipun demikian ayat kursi akan tetap mulia dan tetap dahsyat dengan caranya sendiri. Wallahu a’lam


Share:

Sejarah Kota Purbalingga

 Nama yang pasti tidak akan ketinggalan jika berbicara tentang sejarah Purbalingga adalah Kyai Arsantaka, sosok yang menurut sejarah merupakan keturunan dari sosok Bupati Purbalingga. Onji II. Setelah dewasa konon Kyai Arsakusuma meninggalkan Kadipaten Onje untuk melakukan perjalanan ke timur dan sesampainya di desa Masaran (sekarang di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara) ia diadopsi oleh Kyai Wanakusuma yang masih keturunan Kyai Ageng Giring dari Mataram. Pada tahun 1740? Tahun 1760, Kyai Arsantaka menjadi demang di Kademangan Pagendolan (sekarang termasuk desa Masaran), daerah yang masih di bawah kekuasaan Karanglewas (sekarang termasuk kecamatan Kutasari, Purbalingga) yang dipimpin oleh Tumenggung Dipayuda I.

Banyak cerita yang menceritakan kepahlawanan Kyai Arsantaka yang tenang antara lain ketika terjadi perang Jenar yang merupakan bagian dari perang Mangkubumen yaitu perang antara Pangeran Mangkubumi dengan saudaranya Paku Buwono II karena Pangeran Mangkubumi tidak puas dengan sikap lemah saudaranya terhadap perusahaan Belanda.

Dalam perang umum ini, Kyai Arsantaka berada di pasukan Kadipaten Banyumas membela Paku Buwono. Atas jasa Kyai Arsantaka kepada Kadipaten Banyumas dalam Perang Umum, Adipati Banyumas R. Tumenggung Yudanegara mengangkat putra Kyai Arsantaka yang bernama Kyai Arsayuda sebagai menantunya. Seiring berjalannya waktu, putra Kyai Arsantaka, Kyai Arsayuda menjadi Tumenggung Karangwelas dan bergelar Raden Tumenggung Dipayuda III, dilanjutkan dengan pembangunan pendapa kabupaten dan alun-alun.

Nama Purbalingga dapat ditemukan dalam cerita-cerita babad. Adapun babad yang terkait dan menyebut Purbalingga, di antaranya adalah Babad Onje, Babad Purbalingga, Babad Banyumas dan Babad Jambukarang. Selain keempat bab tersebut, dalam merekonstruksi sejarah Purbalingga, juga melihat arsip-arsip peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang tersimpan dalam koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia. 15 Tahun 1996 tanggal 19 November 1996 ditetapkan hari lahir Kabupaten Purbalingga adalah 18 Desember 1830 atau 3 Rajab 1246 Hijriah atau 3 Rajab 1758 Je.

WAJAH SEJARAH

Selain kekayaan budaya dan berbagai upacara adat, di Purbalingga terdapat berbagai peninggalan sejarah kuno. Benda-benda purbakala yang tersebar di wilayah Purbalingga antara lain :

1. BATU LINGGA

Terletak di desa Candinata, Kecamatan Kutasari + 8 km dari kota Purbalingga, merupakan peninggalan leluhur.

2. GUA BATU LINGGA dan GENTENG

Terletak di desa Candinata, Kecamatan Kutasari + 8 km dari kota Purbalingga. Gua ini terletak di lereng bukit yang terbentuk dari pencairan lahar beku, gua ini terkadang dikunjungi oleh orang-orang yang ingin bersemedi.

3. GIRI CENDANA

Terletak di desa Kojong, kecamatan Bojongsari + 5 km dari kota Purbalingga. Merupakan makam Bupati Purbalingga bergelar Adipati Dipokusumo, Adipati Dipokusumo ini memegang pucuk pimpinan pemerintahan Kabupaten Purbalingga yaitu Dipokusumo II, III, IV, V dan VI, sedangkan adipati pertama adalah Raden Tumenggung Dipayuda III yang mulai memerintah pada saat pembentukan Kabupaten Purbalingga pada tanggal 18 Desember 18830.

4. GOMBANGAN

Terletak di Dukuh Brubahan, Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari + 5 km sebelah utara kota Purbalingga. Merupakan tempat pemandian berupa mata air yang banyak dikunjungi orang pada malam hari, terutama pada malam jumat di Kliwon. Menurut kepercayaan masyarakat, mata air tersebut dapat memberikan keberuntungan bagi yang mandi di tempat ini dan konon awet muda, bisa mendapatkan jodoh dan naik pangkat.

5. SENDANG / PETIRTAAN

Terletak di desa Semingkir, Kecamatan Kutasari + 7 km dari kota Purbalingga. Sumur ini konon membawa keberuntungan bagi mereka yang mempercayainya. Dikunjungi pada malam-malam tertentu.6. MAKAM KYAI WILAH Terletak di desa Karangsari, kecamatan Kalimanah + 5 km dari kota Purbalingga. Merupakan tokoh Islam yang berpengaruh. Tempat ini sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin berdoa dan berharap berkah dan dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

7. BATU LINGGA, YONI dan PALUS

Terletak di Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon + 14 km dari kota Purbalingga. Ini adalah peninggalan zaman Hindu.

8. MAKAM NARASOMA

Terletak di Kecamatan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga9. ARDI LAWET Terletak di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang + 30 km dari kota Purbalingga. Merupakan objek wisata ziarah, karena sebagian besar pengunjungnya adalah peziarah yang menginginkan berkah dari Syekh Jambu Karang, seorang tokoh yang menyebarkan agama Islam di kabupaten tersebut. Purbalingga. Di tempat ini terdapat kuku dan rambut Syekh Jambu Karang yang disucikan.

Hari tersibuk adalah Rabu Pon, karena pada malam Jumat Kliwon atau Kamis Wage diadakan upacara kitab klambu dan yang paling ramai dikunjungi adalah Rabu Pon Bulan Suro. Untuk mencapai lokasi menuju Ardi Lawet dapat ditempuh melalui dua jalur yaitu :? Purbalingga? Bobotsari? Karanganyar? Karangmoncol? Rajawana? Infiltrasi? Ardi Lawet? Purbalingga? Kaligondang? Memanggungkan? Rembang? Rajawana? Infiltrasi? Ardilawet

Share:

Sejarah Kota Bengkulu

 Bengkulu dalam bahasa Belanda disebut Benkoelen atau Bengkulen, dalam bahasa Inggris disebut Bencoolen, sedangkan dalam bahasa Melayu disebut Bangkahulu. Ada banyak cerita tentang asal usul dan nama Bengkulu, ada yang mengatakan bahwa nama Bengkulu berasal dari bahasa Melayu dan kata bang yang berarti "pantai" dan kulon yang berarti "barat", kemudian terjadi pergeseran pengucapan bang berubah ke beng dan kulon ke kulu. Sedangkan sumber lain menyebutkan nama "Bencoolen" diduga diambil dari nama bukit di Cullen, Skotlandia, Bm of Cullen (atau variannya, Ben Cullen). Penamaan ini kurang membumi karena bukan kebiasaan orang Melayu untuk menamai daerahnya dengan nama daerah yang tidak diketahui, apalagi asal usul nama tersebut dari Skotlandia yang jauh.

Sumber tradisional mengatakan bahwa Bengkulu atau Bangkahulu berasal dari kata Bangkai dan Hulu yang berarti hulu bangkai. Konon menurut cerita, dahulu terjadi perang antara kerajaan-kerajaan kecil di Bengkulu dan dari pertempuran itu banyak korban jiwa dari kedua belah pihak di hulu sungai Bengkulu. Korban perang inilah yang menjadi bangkai yang tidak terkubur di hulu sungai, sehingga nama Bangkaihulu menjadi terkenal, yang akhirnya berubah pengucapannya menjadi Bangkahulu atau Bengkulu.

Dari sekian banyak cerita tentang asal muasal nama Bengkulu, ada satu cerita yang lebih dikenal masyarakat Bengkulu yaitu diambil dari cerita perang melawan masyarakat Aceh yang datang untuk melamar Putri Gading Cempaka, putri Ratu Agung Sungai Serut. Tapi aplikasi itu ditolak, yang mengarah ke perang. Anak Dalam, adik Putri Gading Cempaka, yang menggantikan Ratu Agung sebagai Raja Sungai Serut, berteriak "Empang ka hulu" yang berarti menghadang mereka dan tidak membiarkan mereka menginjakkan kaki di tanah kita. Dari kata tersebut lahirlah kata Bangkahulu atau Bengkulu.

Pada pertengahan abad ke-13 hingga abad ke-16 di Bengkulu terdapat 2 kerajaan yaitu Kerajaan Sungai Serut dan Kerajaan Selebar. Pada tahun 1685 Inggris masuk ke Bengkulu dipimpin oleh Kapten J. Andiew menggunakan 3 kapal yang bemama The Caesar, The Resolution dan The Defense dan menjajah Bengkulu selama kurang lebih 139 tahun (1685-1824). Selama ini ratusan tentara Inggris meninggal karena kolera, malaria dan disentri. Kehidupan di Bengkulu sangat sulit bagi Inggris. Saat itu, perjalanan dari Inggris ke Bengkulu memakan waktu 8 bulan. Bentrokan juga terjadi dengan warga sekitar.

Pada tahun 1714 – 1719 Inggris mendirikan Fort Marlborough di bawah pimpinan Deputy Governor of England Mdische Company (EIC), Joseph Collet. Namun karena keangkuhan dan keangkuhan Joseph Collet, setelah Benteng Marlborough selesai dibangun pada tahun 1719, masyarakat Bengkulu di bawah pimpinan Pangeran Jenggalu menyerang pasukan Inggris di Ujung Karang dan Benteng Marlborough berhasil menguasainya dan Inggris terpaksa meninggalkan Bengkulu. Peristiwa heroik ini masih diperingati sebagai hari jadi Kota Bengkulu. Namun, pasukan Inggris kembali ke Bengkulu dan perlawanan rakyat Bengkulu terhadap Inggris terus berlanjut. Pada tahun 1807 warga Inggris Thomas Parr tewas dalam pertempuran melawan rakyat Bengkulu. Parr digantikan oleh Thomas Stamford Raffles, yang berusaha membangun hubungan damai antara Inggris dan pemerintah setempat. Di bawah perjanjian Inggris-Belanda yang ditandatangani pada tahun 1824, Inggris menyerahkan Bengkulu kepada Belanda, dan Belanda menyerahkan Singapura kepada Inggris.

Dari tahun 1824-1942, Bengkulu sepenuhnya berada di bawah kendali Pemerintah Hindia Belanda. Namun, Belanda baru benar-benar mendirikan pemerintahan kolonialnya di Bengkulu pada tahun 1868. Karena produksi rempah-rempah sudah lama menurun, Belanda berusaha menghidupkannya kembali. Perekonomian Bengkulu membaik dan kota Bengkulu berkembang. Pada tahun 1878, Belanda menjadikan Bengkulu sebagai penduduk tersendiri dari Sumatera Selatan dan kota kecil Bengkulu dijadikan pusat Pemerintahan Gewes Bencoolen.

Setelah Belanda kalah dari Jepang pada tahun 1942, masa pendudukan Jepang dimulai selama kurang lebih 3 tahun. Pada masa pemerintahan Jepang dan revolusi fisik, kota Bengkulu menjadi medan pertempuran untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sehingga tidak sedikit pangeran terbaik Bengkulu yang gugur. Pada masa revolusi fisik, Kota Bengkulu menjadi tempat kedudukan Gubernur Militer Sumatera Selatan yang Gubernurnya saat itu adalah DR. AK. Gani.

Setelah Indonesia merdeka, Bengkulu ditetapkan sebagai kota kecil di bawah Pemerintahan Sumatera Selatan dengan luas 17,6 km2 berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1956 tentang Pembentukan Kota Kecil Bengkulu. Pada tahun 1957 Kota Kecil Bengkulu diubah menjadi Kotamadya berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957, yang meliputi 4 Wilayah Kedatukan dengan membawahi 28 Pimpinan, yaitu:

  1. Kedatukan wilayah I terdiri dari 7 Pimpinan.
  2. Kedatukan wilayah II terdiri dari 7 Pimpinan.
  3. Kedatukan wilayah III terdiri dari 7 Pimpinan.
  4. Kedatukan wilayah IV terdiri dari 7 Pimpinan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968 tentang Pembentukan Provinsi Bengkulu, ditetapkan Kota Bengkulu sebagai Ibu Kota Provinsi Bengkulu. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah, berubah nama Kotamadya menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu. Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu dibagi lagi menjadi 2 Daerah Tingkat Kabupaten berdasarkan Keputusan Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu Nomor: 821.27-039 tanggal 22 Januari 1981, yaitu:

  1. Kecamatan Teluk Segara.
  2. Kecamatan Gading Cempaka.

Dengan ditetapkannya Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Tingkat II Bengkulu Nomor 440 Tahun 1981 dan Nomor 444 Tahun 1981 yang dikukuhkan dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu Nomor; 141/1982 tanggal 1 Oktober 1982, menghapus wilayah Kedatukan dan Kepemangkuan sebagai Kelurahan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor: 42 Tahun 1982 Daerah Kotamadya Bengkulu Tingkat II dibagi menjadi 2 Wilayah Kecamatan definitif yang membawahi 38 Kecamatan, yaitu:

  1. Kecamatan Teluk Segara meliputi 17 kecamatan.
  2. Kecamatan Gading Cempaka membawahi 21 kecamatan.

Pada tahun 1986, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor: 46 Tahun 1986 tentang Perubahan Batas dan Perluasan Wilayah Kotamadya Dati II Bengkulu, luas Wilayah Kota Bengkulu berubah dan 17,6 Km2 menjadi 144,52 Km2 dan terdiri dari 4 Wilayah Kecamatan, 38 Kecamatan Kecamatan dan 17 Desa, yaitu :

  1. Kecamatan Teluk Segara meliputi 17 kecamatan dan 4 desa.
  2. Kecamatan Gading Cempaka membawahi 21 kecamatan dan 2 desa.
  3. Kecamatan Selebar membawahi 6 desa.
  4. Kecamatan Muara Bangkahulu membawahi 5 desa.

Share:

Polres Probolinggo Tangkap Pelaku Kerusakan Terkait Masalah Santet

Cepatinfo.com - Satreskrim Polres Probolinggo bersama Satreskrim Polres Paiton bergerak cepat dalam menangani isu santet yang cukup marak di kawasan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Bahkan, akibat isu tersebut, salah satu keluarga di Desa Alas Tengah, Paiton, Kabupaten Probolinggo menjadi korban setelah rumahnya didatangi sekitar 50 orang yang kemudian menganiaya korban dan merusak rumahnya.

Korban adalah SN (66) dan MM (62), pasangan suami istri yang tinggal di Dusun Cendil, Desa Alas Tengah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan pelaku yang melakukan pengerahan massa dan pengrusakan rumah korban adalah tetangganya, JL (30).

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, kasus tersebut bermula saat SN dituding pelaku melakukan santet kepada RKY (26), warga setempat yang sudah sebulan sakit perut membesar.

Kemudian pelaku yang mendasarinya bersama puluhan warga mendatangi rumah SN, Kamis (2/6/2022).

Setibanya di lokasi, SN yang sedang duduk tersebut langsung ditarik oleh pelaku yang kemudian dipukul bersama-sama.

“Tidak hanya menganiaya SN, pelaku juga menganiaya istrinya, adik MM,” kata Kapolres Probolinggo saat konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Senin (6/6/2022) seperti dilansir Tribratanews Polda Jatim.

Usai menganiaya SN dan istrinya, beberapa pelaku lainnya masuk ke dalam rumah dan melemparkan batu serta membakar dinding bambu di belakang rumah korban dengan menggunakan juri berisi minyak yang disiapkan oleh pelaku.

Mendapat informasi tentang kejadian tersebut, Polres Probolinggo bergerak cepat ke lokasi dan melakukan pembubaran massal serta pengamanan TKP.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan pemeriksaan saksi, salah satu pelaku diamankan bersama JL. Sedangkan pelaku lainnya masih ada beberapa yang kami kejar,” kata Kapolres Probolinggo.

Barang bukti yang diamankan di TKP antara lain 32 batu, 1 jerigen, 1 unit TV 21 inci, 1 botol alamo berisi BBM, dan penutup meteran listrik mika plastik, pecahan genting, asbes, jendela, dan pintu.

Sementara itu, Kapolres Paiton Iptu Maskur Ansori mengimbau masyarakat tidak mudah termakan isu hoaks sehingga dapat merugikan orang lain.

“Kami pastikan isu sulap ini hoaks. Kami berharap kejadian ini tidak terjadi di tempat lain, oleh karena itu jika ada persoalan seperti ini silahkan laporkan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas di wilayah hukumnya,” pungkas Kapolres Paiton.

Share: